Limbah Farmasi

Pengelolaan Limbah Farmasi agar Aman dan Tepat.

 

Industri farmasi memproduksi obat-obatan hingga alat-alat kesehatan. Bukan tanpa efek samping, industri ini melahirkan limbah yang menjadi persoalan baru. Lalu bagaimana cara menanggulangi limbah industri farmasi yang tepat? Simak informasi selengkapnya disini.

Limbah Industri Farmasi, Bagaimana Pengolahan yang Dianjurkan?

Industri farmasi menjadi salah satu cabang industri yang memiliki perkembangan cukup pesat sekarang ini. Hal tersebut merupakan wujud nyata dari pembangunan yang baik di bidang kesehatan. Berbagai kebutuhan seperti obat-obatan dan produk kesehatan dihasilkan oleh industri farmasi dengan kuantitas yang lebih banyak.

Mengenal Wujud Limbah Industri Farmasi

Meskipun secara garis besar keberadaan pabrik farmasi ini memberikan banyak sekali manfaat dan keuntungan. Namun keberadaan limbah industri yang dihasilkan oleh kegiatan tersebut tidak boleh dipandang sebelah mata. Industri farmasi juga menghasilkan limbah yang berasal dari sisa-sisa kegiatan industri. Ini merupakan efek samping yang tidak bisa terbantahkan.

Wujud limbah industri yang dihasilkan oleh pabrik farmasi sangat banyak jenisnya. Ada tiga bentuk limbah yang umum ditemukan :

  • Limbah yang berwujud gas
  • Limbah yang berwujud cair
  • Limbah yang berwujud padat

Industri Hijau, Bagaimana Penerapannya?

Keberadaan limbah tidak hanya berdampak buruk bagi alam, tapi juga dapat membuat ekosistem yang ada disekitarnya berpotensi mengalami kerusakan. Itulah mengapa pembangunan di bidang industri ini harus diimbangi dengan pengelolaan limbah yang baik. Yaitu harus sejalan dengan konsep UU tentang limbah industri yakni dengan mewujudkan pengembangan konsep industri hijau yang telah dicanangkan oleh pemerintah.

Mewujudkan konsep industri hijau tentunya harus diimbangi dengan sistem pengolahan limbah yang baik dan benar. Khususnya untuk industri farmasi, pengelolaan lingkungan harus di imbangi dengan upaya terpadu. Berikut ini beberapa poin yang wajib diperhatikan :

  • Pengelolaan
  • Pemanfaatan
  • Pengawasan
  • Pengendalian
  • Pemulihan lingkungan hidup.

Mengolah Limbah Industri Farmasi Sesuai Dengan Jenisnya

Limbah yang dihasilkan oleh industri farmasi memiliki beberapa jenis. Mulai dari limbah yang berupa gas, cair atuu pun limbah padat. Oleh karenanya, pengelolaannya juga perlu dibedakan berdasarkan jenis dan materialnya. Berikut beberapa contoh limbah farmasi serta cara pengelolaannya.

  1. Limbah Farmasi Berupa Gas

Limbah industri yang dihasilkan oleh perusahaan farmasi yang pertama adalah limbah yang berupa gas. Limbah gas ini merupakan material yang berupa debu atau uap. Yang mana limbah tersebut biasanya dihasilkan selama proses produksi atau berasal dari uap asam lemari laboratorium dan lain sebagainya.

Karena adanya limbah gas tersebut, maka akan mengakibatkan menurunnya kualitas udara di sekitar pabrik. Hal ini juga dapat membahayakan makhluk hidup yang ada disekitarnya. Terutama apabila terpapar secara terus menerus oleh limbah gas tersebut.

Berbagai resiko dapat ditimbulkan apabila Anda sering-sering terpapar limbah gas. Mulai dari yang paling sederhana seperti keracunan, rusaknya organ-organ pernapasan hingga kematian bisa ditimbulkan karena terpapar limbah gas.

Untuk menanggulanginya, Anda dapat memasang beberapa alat-alat yang dapat mengurangi kuantitas dari limbah gas. Seperti melengkapi pabrik dengan cerobong asap atau menggunakan alat-alat yang dapat mengurangi kadar limbah gas di dalam pabrik tersebut.

  1. Limbah Farmasi Cair

Limbah farmasi cair merupakan limbah yang dihasilkan dari kegiatan produksi seperti pencucian alat-alat laboratorium, sanitasi ruangan, sanitasi karyawan, alat-alat produksi dan juga limbah cair sisa pembakaran dan pelarut bekas reagen.

Limbah cair industri farmasi memiliki kandungan BOD dan COD dan juga kadar fenol yang tinggi sehingga mengandung zat-zat berbahaya. Hal ini tentunya dapat mengakibatkan dampak buruk bagi lingkungan serta makhluk hidup yang ada disekitarnya Oleh sebab itu, limbah cair yang dihasilkan harus diolah terlebih dahulu sebelum benar – benar dilepas ke alam.

Pengelolaan limbah industri yang berbentuk cair tentu perlu penanganan yang berbeda dengan jenis limbah yang lainnya. Karena berwujud cairan, biomassa harus dipisahkan terlebih dahulu dari air. Sehingga zat-zat berbahaya yang terdapat didalamnya menjadi berkurang.

Adapun upaya yang dapat ditempuh untuk menanggulangi dampak limbah farmasi tersebut ada beberapa cara. Berikut ini beberapa opsi yang bisa Anda coba:

  • Membuat sumur drainase
  • Membuat instalasi pengelolaan air limbah
  • Memproses limbah cair dengan memisahkan zat kimia berbahaya di dalamnya
  1. Limbah Farmasi Padat

Aktivitas industri yang berlangsung setiap hari pastinya menghasilkan tumpukan limbah yang cukup banyak. Oleh sebab itu, limbah-limbah ini pun harus dikelola dengan benar sebelum dibuang ke tempat penyimpanan sampah.

Selain limbah yang berbentuk gas atau cair, pabrik farmasi juga menghasilkan limbah yang berbentuk padat. Limbah padat ini dapat berupa obat-obatan atau alat-alat kesehatan seperti infus, injeksi dan lainnya. Dengan perbedaan karakteristik dan jenis limbah, maka penanganannya juga berbeda.

Limbah industri yang dihasilkan oleh pabrik sebaiknya disimpan dengan cara yang baik. Berikut ini beberapa cara memilah limbah padat sebelum dibuang :

  1. Sebelum diangkut ke pembuangan, limbah sebaiknya disimpan di tempat khusus.
  2. Pisahkan limbah berdasarkan jenisnya.
  3. Anda perlu memilah-milah jenis limbah sesuai dengan sifat dan karakteristiknya. Misalnya memisahkan jenis sampah sesuai dengan sifatnya. Sampah yang mudah terurai digabungkan menjadi satu. Demikian juga dengan limbah padat yang tidak mudah terurai perlu dikelompokkan berdasarkan jenisnya.
  4. Penampungan limbah juga sebaiknya dilakukan di tempat khusus yang memenuhi standar yang berlaku.
  5. Wadah yang digunakan sebaiknya merupakan media yang kuat, tidak mudah rusak, kedap air, dan tidak mudah bocor.
  6. Limbah farmasi juga sebaiknya disimpan didalam ruangan khusus yang tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Itulah beberapa contoh mengenai cara-cara pengelolaan limbah industri farmasi yang baik dan benar. Sebagai tambahan informasi, untuk kategori limbah B3 sebaiknya tidak disimpan lebih dari 90 hari. Kandungan zat kimia yang terdapat pada limbah sangat berbahaya jika dibiarkan mengendap tanpa diproses terlebih dahulu.

Untuk tahapan selanjutnya yakni pengangkutan, pengolahan hingga pemusnahan limbah bisa diserahkan pada perusahaan waste management yang memiliki izin operasional. Wasteship Sinar Hidayah Putra merupakan salah satu rekomendasi jasa waste management di Indonesia.

Seberapa Anda Bijak Mengolah Limbah?

Pengelolaan limbah ini sudah seyogyanya menjadi tanggung jawab kita bersama. Terutama untuk pelaku usaha, sebaiknya kegiatan industri juga diimbangi dengan sistem pengelolaan limbah yang benar. Hal ini bertujuan untuk menjaga bumi dari dampak buruk yang mungkin akan ditimbulkan akibat masalah tersebut.

Pengolahan limbah bisa dilakukan secara mandiri oleh perusahaan atau dengan menggunakan jasa dari pihak ketiga sebagai alternatif. Bagi Anda yang ingin menanggulangi permasalahan limbah dengan lebih efisien.

Tidak ada salahnya untuk menggunakan jasa pihak ketiga seperti Wasteship Sinar Hidayah Putra. Kami merupakan perusahaan yang menangani permasalahan limbah baik limbah rumah tangga, limbah industri maupun limbah B3.

Dengan bantuan profesional, maka permasalahan limbah tersebut akan ditangani sesuai dengan prosedur yang tepat. Ini merupakan sebuah langkah kecil yang dapat diwujudkan sebagai bukti kecintaan kita terhadap bumi. Bijak mengelola sampah sejak dini adalah kunci bagi terwujudnya alam yang asri dan lestari. Nah, Wasteship Sinar Hidayah Putra merupakan solusi yang tepat untuk kebutuhan tersebut.

 

 

#Farmasi #Industri #Limbah  #Limbah_B3 #Pengelola_limbah #Transporter_Limbah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *